Kamis, 25 November 2010

Pindapatta dan hafal paritta suci


Ditulis oleh:Master Tjung teck
Pindapatta dapat dilakukan setiap hari tentunya suatu ritual dari Ajaran sang Buddha itu dan dalam menjalankan setiap hari ini juga dapat merenungkan dengan kaki langka demi langka untuk sambil menghafal Paritta suci setiap hari.

Dalam kehidupan Pindapatta dapat di lakukan setiap hari dengan konsentrasi disaat itu berjalan dan merenungkan langka-demi langka berjalan dan sambil menghafal Paritta suci, ini merupakan praktek yang bisa dilakukan setiap hari didalam kehidupan ritual,tentunya semua itu dari niat diri sendiri untuk mau melatih diri dalam hal dhamma dari Ajaran sang Buddha,sehingga dapat kita lihat dalam kehidupan masa lampau para Bhikkhu yang begitu rajin dalam hal bertapa dan samdhi itu dan di samping itu banyak hal lagi yang bisa di kerjakan berupa intropeksi diri dengan kegiatan sehari-hari,akan tetapi semua itu bisa berjalan dengan baik kalau latihan dalam hidup itu merupakan Dhamma yang telah berjalan dengan sendirinya,walupun dari lingkungan diri sendiri dan tuntunan dari Ajaran sang Buddha itu berjalan dalam kehidupan ritual dan Meditasi itu,setiap kehidupan dalam spiritual tentunya banyak yang bisa di ambil dalam hikmahnya dalam suatu latihan baik Pindapatta dan belajar dalam kehidupan sehari-hari tentunya melatih otak dan daya ingat yang kadang-kadang setiap manusia bisa mengalami kelupaan mengigat sesuatu yang perna dia ingat itu,jadi setiap latihan selalu di ulang-ulang alangkah lebih baik dari sebelumnya,seperti halnya dengan menghafal suatu Paritta suci yang juga selalu di ulang-ulang supaya daya ingat lebih tajam dan tetap mengigatnya dan terbiasa dalam hal membaca Paritta itu,meskipun latihan itu dilakukan dengan barengan bersama disaat Pindapatta sambil membaca Paritta suci,semua itu tentunya di lakukan dalam hati kecil dan suara yang amat kecil dari mulut dan sambil berjalan Pindaptta itu dengan sambil menghafal Paritta suci setiap hari.

Renungan ini bisa berjalan dengan lebih baik disaat ritual Pindapatta dan sambil berjalan baca atau menghafal Paritta suci dan berjalan sepanjang jalan dan disaat itu juga ritual pun berjalan dan Pindapatta itu pun berjalan dengan Paritta yang baca setiap hari sambil menghafal Paritta suci,maka daya ingat makin baik dan ritual untuk berkah pelimpahan jasa bagi umat yang berdana disaat itu lebih baik dan ritual pun berjalan dengan secara spirituality Pindapatta dan hafal Paritta suci itu secara langsung atau tidak langsung terbekhai secara pelimpahan jasa disaat pula umat memberikan dana makana kepada para Bhikkhu disaat itu,sehingga semu ini akan lebih baik bagi keduanya dalam hal ritual si Bhikkhu dapat dengan muda mengigat semua Paritta suci sedangkan umat dapat berkah dari si bhikkhu disaat itu lagi berjalan Pindapatta sambil menghafal Paritta suci itu, ini semua dapat di lakukan setiap hari di pagi hari setelah bagun pagi hari dan siap untuk melakukan Pindapatta setiap hari dalam ritual dari Ajaran Sang Buddha itu,Pada jaman sekarang tidak berbeda jauh dengan sekarang karena vinaya yang di jalankan selalu sama dari jaman kejaman itu,sehingga setiap ritual itu berjalan dengan baik,walupun jaman sudah berubah dan ilmu pengetahuan lebih jauh berkembang dari pada jaman dahulu,akan tetapi semua itu sama saja yang penting mau menpraktekannya dalam kehidupan sehari-hari,kemudian ini akan lebih baik dalam hal segalah bentuk pikiran,prilaku,moral,etika dan latihan kehidupan ritual dapat berjalan tentunya kembali pada lingkunga masing-masing itu.

Perjalan suatu ritual berjalan dengan baik tentunya di dorong oleh pengertian dan perturan yang ada seperti vinaya kalau Ajaran Agama Buddha itu,sehingga dapat di lihat setiap kehidupan Pindapatta ini berjalan dengan begitu indah dan jaman kejaman selalu begitu,meskipun sang Buddha telah lama meningalkan 2554 BE sekitar 500 yang lalu kita akan tetapi Ajaran dari jaman dahulu bisa di praktekan dalam kehidupan jaman sekarang dan seterusnya dalam kehidupam masa akan datang itu dan selalu begitu dalam Ajaran sang Buddha itu,namun semua itu dari ketekunan juga yang di dorong dari dalam untuk mau berlatih diri sendiri dari Ajaran sang Buddha,tentunya menganut Agama Buddha dan semua amat baik dari jaman kejaman selalu bertemu atau ketemu Ajaran sang Buddha kita sangat bersukhur bertemu dan ketemu dengan Ajaran sang Buddha baik kelahiran lampau dan kelahiran akan datang selalu begitu dan dapat mendalami Ajaran sang buddha dan tekun belajar, semua ini adalah hasil dari latihan dan buah karma yang di tanam setiap hari dan menghasilkan buah karma yang baik bertemu terus Ajaran Agama Buddha itu,setelah kita lihat ada orang yang lahir dalam bersama Ajaran sang Buddha akan tetapi sangat sulit untuk belajar dari Ajaran sang Buddha dan ada orang yang ingin belajar akan tetepi disaat itu Ajaran sang Buddha tidak ada,seperti halnya atau istilahnya orang ingin belajar Agama buddha akan tetapi di beragama yang lain,orang yang malas dan sampai kehidupan alam hewan seperti kucing ingin belajar Agama cuman bisa melihat dan tidak dapat mengeti,walupun si kucing ingin sekali belajar agama Buddha,meskipun Ajaran Agama Buddha itu hidup bersamanya disaat itu,apalagi kalau kehidupan yang lain seperti alam yang lebih rendah yang tidak Ada Ajaran sang Buddha dan disaat kehidupannya di alam itu, dan begitu sulitnya .....itu?jadi begitu bertemu bersama dan dapat belajar maka belajarlah dan mendalaminya sampai semuanya dan kembangkan Ajaran sang Buddha itu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup dimana pun berada itu untuk kesejahteran umat manusia dan makhluk hidup yang lain.

Jumat, 06 Agustus 2010

Berita Dhamma Masa Vassa di Vihara Tanda Bhakti Bandung



Di tahun Buddha 2554 terhitung sejak sang Buddha sakyamuni Buddha Parinirvana. Kali ini pada masa vassa (saat seorang Bhikkhu berdiam diri selama 3 bulan di vihara).

Bagi seorang Bhikkhu Sangha adalah kewajiban,maka tahun ini vihara Tanda Bhakti Bandung mendapatkan kunjungan Dhamma dan telah tinggal seorang Bhikkhu,dengan indentitas sebagai berikut:

Data diri:
Nama :Y.M.Bhante Candasilo
(sangha Agung Indonesia)
Nama kecil :Tjung Teck
Tempat/Tgl.lahir :Medan 13 mei 1969
Upasampada di :Wat Thum Pho,Buriram Propinsi Thailand,tahun 2006
Upasaka di :Vihara Borobudur,jl.Imam Bonjol no.21 Medan.
(Murid dari Y.M.Bhante Jinadhammo Mahathera.)
Perna ikut Pabbajja samanera di vihara kassapa di langkat,Medan Sumatera utara.
Nama Upajaya :long Pho Authapanno Mahathera.
ACariya :Achan Tik Mahathera.

Pendidikan Formal:

SD : LULUS SD Sekolah Hayam Wuruk,Medan
SMP : LULUS SMP Sekolah W.R.Supratman,Medan
SMA : LULUS SMA Sekolah W.R.Supratman,Medan

Perna kuliah:
- Agama Buddha di Institut Ilmu Agama Buddha Smaratungga,Boyolali cabang Medan.(sudah jadi Bhikkhu),sudah lulus S.1
-Di Physicology di USU(Universitas Sumatera Utara) Dengan cara kuliah melalui computer Internet online.
-Tahun 2010 sedang mengikuti kuliah di sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha "Tanah suci",pimpinan Suhu Beny di vihara Avalokitesvara,komplek Perumahan cemara Asri,Medan

Kegitan Selama Masa Vassa 2554 BE/2010

Pesan Bhante : kita umat dan simpatisan dengan penuh perasaan Metta agar Selama bhante menjalani masa Vassa di vihara Tanda Bhakti Bandung,demi kemajuan Umat Buddha di vihara Tanda Bhakti Bandung khususnya dan umat Buddha kota Bandung pada umumnya,beliau mengundang dan mengajak umat seluruhnya untuk bersama-sama melatih diri dengan ;ikut Buddhist chanting pagi dan malam (kebhaktian,aktif dalam kegiatan sosial Spiritual,kunjungan ke panti sosial anak terlantar,panti wredha rumah orang tua jompo,ke penjara (lembaga pemasyarakatan) dan sebaginya.dan memberi kesempatan kepada umat Buddha untuk berdana makanan kepada Bhikkhu.Setiap pagi dan PINDAPATTA.

Rencana jadwal kegiatan Bhante candasilo selama Melaksanakan Vassa di vihara Tanda Bhakti,Bandung (Tanggal 25 juli 2010 S/D 27 oktober 2010):
  1. Pindapatta (menerima persembahan dana makanan)pukul 07.00 pagi (setiap hari)
  2. Morning Chanting (Pembacaan Paritta pagi),setiap hari pukul 08.00.Bagi umat yang berminat dapat mengikutinya,di Bhaktisala vihara Tanda Bhakti,Bandung.
  3. Setiap hari latihan Meditasi,Bagi umat yang berminat di perkenankan belajar meditasi selama 1 jam yaitu jam 15.00-16.00 dengan bimbingan Bhante,dilanjutkan dengan diskusi dan tanyak jawab selama 30 menit.
  4. Chanting malam (Pembacaan Paritta malam),setiap hari ,pukul 19.00,terus Meditasi,Tanya jawab dengan Bhante tentang Meditasi dan Agama Buddha Umum selama 60 menit dan selesai pukul 21.00 wib.
  5. Rencana Bhante membentuk Panitia Pindapatta Massal,mengumpulkan makanan kaleng/makanan kering,sembako, dan uang,dimana hasil dari semua nanti rencana di sumbangkan ke Yayasan Sosial,Panti Rumah Orang Tua jompo,Panti Asuhan anak Terlantar,ke penjara/Rumah lembaga Pemasyarkatan.
  6. Pindapatta bunga(sesuai dengan cerita riwayat Buddha setelah akhir Vassa)memberikan Bunga.
PENGURUS KEBAKTIAN DAN BACA KITAB SUCI-LIAM KENG
VIHARA TANDA BHKATI(SENG ONG BIO)
JL,VIHARA NO.3(JL.KELENTENG)
BANDUNG-KODE POS 40181.
TEL.(022)6001445.


Senin, 24 Mei 2010

Pindapatta di Metta karuna

Pindapatta adalah suatu ritual dimana kegiatan ini di laksanakan oleh para anggota dari vihara bersama para bhikkhu yang di undang dengan tujuan pindapatta yang mempunyai tujuan dan rute yang telah ditentukan oleh panitia dan para anggotanya,seperti hal dengan gambar ini kegiatan pindapatta ini di laksanakan di vihara Avalokitesvara yang mempunyai rute mengelilingi kota tebing tinggi dan kembali ke vihara,namun semua ini bertujuan uantuk memberi kesempatan ke pada umat untuk berdana,baik umat Buddha yang sekitar kota tersebut,jadi pindapatta ini bisa dilakukan oleh panitia umat dari vihara itu,sehingga kesempatan untuk melakukan kebajikan untuk berdana pun dapat di praktekan didalam kehidupan kita sehari-hari itu,kemudian setiap perjalanan dan rute yang telah ditentukan merupakan kesempatan bagi umat untuk berdana makanan baik apa saja makanan itu.
seperti di lihat dalam gambar ini disaat dimana pindapatta masal ini akan berjalan dan para bhikkhu pun lagi bersiap-siap untuk pergi pindapatta bersama-sama dengan rute yang telah ditentukan oleh penitia dan umat itu,dan setelah pindapatta kami pun makan bersama-sama di dalam vihara Metta karuna itu.namun semua ini dapat di lihat dengan kondisi para bhikkhu duduk di tempat yang telah disediakan oleh panitia itu.

Kamis, 16 Juli 2009

Bunga teratai dan Meditasi

Ditulis oleh : Mr.Tjung teck
Dalam ilmu penelitian dan penemuan ilmu Sprituality dan Pindapatta dan terciptanya ilmu Sprituality dan Pindapatta kehiduapan sehari-hari dalam praktek

Bunga teratai begitu terlihat disaat pagi hari dimana matahari telah muncul dan menyinari bunga teratai ini,namun bunga teratai ini berkembang disaat pagi hari bersama bersama kehidupan manusia dan makhluk hidup yang lain dengan melihat semua kegiatan hidup manusia yang begitu banyak dengan karya kehidupannya masing-masing,namun semua itu seperti pikiran yang muncul disaat itu berupa bagaikan bunga teratai yang mampunyai banyangan akibat dari sinar matahari yang menyinari itu,jadi kalau bunga teratai itu muncul di pagi hari bersama sinar Matahari yang disaat itu menyinari semua isi bumi ini dan alam sekitarnya,sehingga sinar matahari yang menyinari bunga teratai itu terlihat bagaikan cermin yang terlihat bunga teratai itu,akan tetapi sesunggunya cuman banyangan bunga teratai dari aslinya dari banyangan dari air itu,begitu juga setiap kehidupan umat manusia yang selalu diliputi oleh setiap permasalahan yang timbul di setiap hari dalam kehidupan manusia yang tentunya merupakan hal patut disukuri dimana kehidupan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan ,sedangkan yang kurang beruntung hal demikian juga dapat banyak membenah diri dan belajar untuk hidup lebih baik dari yang sebelumnya dari bermacam-macam permasalahan hidup sehari-hari itu,namun akan tetapi semua kehidupan pengendalian hal yang paling penting baik pikiran dan perbuatan supaya kehidupan ini terjamin dalam kehidupan dan terhindar dari masalah yang mempersulit kehidupan ini,jadi kehidupan ini bagaikan bunga teratai yang tercemin oleh air dan seolah-olah menampakan aslinya,yang sebenarnya aslinya berada di sampin,begitu juga kehidupan ini yang selalu membayangi disetiap kehidupan umat manusia ini dari hal ketidak percaya diri,loba,dosa,dan moha,sehingga banyangan baik dan buruk selalu mengerogoti disetiap kehidupan ini sedangkan dirinya sendiri berada disampinya perbuatan itu baik dan buruk dari semua perbuatan itu.

Begitu setelah menjalankan setiap sprituality dari Pindapatta dapat di renungkan dengan konsentrasi berupa Meditasi berjalan dengan penuh melihat betapa indahnya hidup ini dengan hidup bersama kehidupan manusia dan makhluk hidup yang ada di sekitar,seperti juga pikiran yang muncul disaat itu bersama-sama untuk hidup penuh Metta cinta kasih yang di pancarkan ke selulu alam semesta kepada manusia dan makhluk hidup yang lain,walaupun konsentrasi Pindapatta dan Meditasi jalan,pikiran yang muncul disaat itu terasa tenang dan bahagia bagaikan bunga teratai yang terbayang di dalam air yang tenang,dan sedikit tergoyang itu pun tiupan angin di pagi hari bersama bunga yang bergoyang ditiup angin,sehingga sepanjang jalan untuk pindapatta pun berjalan dengan hembusan angin pagi yang bertiup dengan tenang dan segar hawa dan udara di pagi sampai dengan kemudian mata melihat sekeliling jalur jalan dan mulai terlihat keatas begitu indah alam ciptaan ini dengan makhluk lain yang dari angkasa itu berupa burung banggau yang terbang kian kemari baik yang pergi dan datang kesarang dimana tempat para burung banggau beristirahat di tempat kumbangan air dari lokasi komplek camara asri itu.

Senin, 13 Juli 2009

Pindapatta Meditasi jalan

Ditulis oleh : Mr.Tjung teck atau ven. candasilo
Dalam ilmu penelitian dan penemuan ilmu Sprituality dan Pindapatta dan terciptanya ilmu Sprituality dan Pindapatta kehiduapan sehari-hari dalam praktek

Pindapatta merupakan sprituality dalam kehidupan sehari-hari untuk memberi kesempatan kepada umat buddha berdana makanan dan minuman di mana para bhikkhu mulai menjalankan aktifitas sprituality dari Pindapatta itu setiap pagi hari,namun Meditasi juga dapat dilakukan dalam melaksanakan Pindapatta berjalan dengan konsentrasi berjalan dan meditasi tentunya konsentrasi meditasi berjalan dengan kesadaran penuh untuk melihat jalan dan kesadaran dari indra kehidupan manusia itu,jadi disaat berjalan Meditasi pun mulai berjalan dengan perlahan-lahan langka kaki dari mulai berjalan untuk pindapatta itu,sampai dengan melepas semua pikiran,prilaku,objeck,untuk mulai konsentrasi akan meditasi berjalan melalui semua kesadaran akan Pindapatta dan Meditasi berjalan dimana semua itu dapat di lakukan disaat kegiatan sehari-hari itu,Melihat setelah bagun pagi di saat bangun dari Meditasi duduk selama sepanjang subuh dan memasuki pagi hari Meditasi pun bisa di lanjutkan disaat berdiri dan mengerakan badan dengan perlahan-lahan dan konsentrasi akan kesadaran bila mana akan mulai berjalan dan bangun dari tempat duduk,setelah itu mata pun mulai terbuka dengan perlahan-lahan untuk melihat sekeliling ruangan dan melihat keluar dari jendela dan mulai berjalan untuk siap-siap Pindapatta,kemudian langka kaki berjalan pun dengan konsentrasi akan Meditasi dan sedikit kepala mulai bergerak untuk melihat sana kemari di mana selama meditasi merasa kaku dan kepala tegak selama meditasi,namun setelah kepala mulai bergerak perlahan-lahan dan mata pun mulai melihat selulu lingkungan alam sekitarnya terutama kepala dan kedua bola mata melihat sedikit keatas tentunya melihat matahari yang mulai menampakan sinarnya di pagi hari yang merupakan sinar yang terang menyinari selulu alam semesta ini dan disaat itu juga sinar matahari itu pun menyinari tubuh yang berjalan keluar dari pintu vihara dan menampakan bayangan yang para bhikkhu berjalan untuk pindapatta di pagi hari itu,sehingga meditasi itu mulai berjalan dengan meditasi berjalan dengan kaki melangka satu persatu dengan perlahan-lahan mengikuti rute yang telah ditentukan dalam selama perjalan pindapatta itu,beserta itu juga setiap banyang sinar matahari selalu mengikuti tubuh yang bergerak dalam berjalan Meditasi pun berjalan dengan perlahan-lahan seperti bayangan sinar matahari yang menyinari para bhikkhu itu,banyak orang mengatakan setiap meditasi pikiran selalu muncul dan lenyap di kalah lagi duduk meditasi dan meditasi berjalan ini merupakan hal yang wajar dan siap saja dapat mengalami hal sedemikian rupa dalam meditasi,mengapa ..?begitu pula seperti hal yang di jalankan para bhikkhu yang mulai pindapatta di pagi hari dan berjalan dengan Meditasi jalan seperti pikiran muncul disaat matahari menyinari tubuh para bhikkhu itu merupakan bayangan timbul disaat itu,sedangkan bayangan itu terlihat tetap tetapi sebenarnya tubuh para bhikkhu itu sudah berjalan dan bayangan terlihat tidak bergerak,begitu juga pikiran yang lenyap di kalah muncul bagaikan bayangan yang tidak bergerak namun pikiran sebenarnya lenyap bagaikan tubuh para bhikkhu itu berjalan untuk pindapatta dan Meditasi jalan itu merupakan praktek yang di jalankan dalam kehidupan dalam sprituality untuk dalam hal konsentrasi,kesadaran dan perkembangan batin dari semua masalah kemerosotan batin yang sebenarnya dapat terjadi dimana saja,kapan saja dan sebagainya dari setiap kehidupan ini,jadi banyak berlatih merupakan yang baik melihat kehidupan dari diri sendiri dan bayangan kehidupan sendiri baik pikiran dan prilaku di dalam kehidupan itu yang sebenarnya kembali ke pada intropeksi diri dengan Ehipasiko.

Bayangan seperti teratai yang muncul di saat pagi hari sinar matahari menyinari bunga dan daun teratai itu,sehingga meningalkan bayangan dari air dengan berhujud teratai di dalam kolam yang di lihat kadang bercahaya bersama air di dalamnya,namun sebenarnya teratai yang semua merupakan hujud kesadaran yang sebenarnya yang berhujud nyata dari bunga teratai itu yang di lihat mata sangat indah di pagi hari dan sinar matahari turut menyinari kehidupan teratai itu,sehingga banyangan pun sebagai hujud yang bisa menyerupai teratai asali namun hujudnya cuman bayangan sekejap dari bunga teratai itu,begitu juga prilaku setiap pagi hari para bhikkhu bagun pagi hari dan mulai untuk berpindapatta dan meditasi jalan seperti teratai hujud para bhikkhu untuk pindapatta sedangkan banyangan merupakan kilesa dari kekotoran batin yang harus di praktekan dimana seperti pikiran yang muncul dan lenyap bagaikan bayangan matahari yang menyinari tubuh para bhikkhu itu setiap saat dimana para bhikkhu berjalan sepanjang untuk pindapatta itu,namun sebenarnya sinar matahari yang mempunyai cahaya yang begitu banyak kebutuhan akan kehidupan dari semua alam semesta dan manusia,makhluk hidup sekitarnya yang membutukan akan penerangan itu,jadi pikiran yang baik dan benar mempunyai panna maka akan bisa menyinari kehidupan seperti sinar matahari sedangan bayangan bagaikan perbuatan jahat dari pikiran yang akan membawak dari kegelapan batin dari kehidupan yang selalu menghantui pikiran, akan tetapi ini merupakan bagaikan bayangan sinar yang menyinari tubuh ini sehingga jati diri bisa terlihat dengan hujud bayangan dari tubuh ini dan selalu mengikuti kemana tubuh ini pergi begitu juga dengan pikiran yang muncul dan tengelam itu di setiap saat.

Minggu, 12 Juli 2009

Pindapatta bersama umat di vihara Mahasampatti


Ditulis oleh : Mr.Tjung teck atau ven. candasilo
Dalam ilmu penelitian dan penemuan ilmu Sprituality dan Pindapatta dan terciptanya ilmu Sprituality dan Pindapatta kehidupan sehari-hari dalam praktek

Pindapatta kembali di lakukan di vihara Mahasampatti di Medan dengan tujuan dan rute bersama-sama umat dan bersama itu pindapatta pun di lakukan di pagi hari dimana umat dan panitia sudah siap dari awal dengan menunggu bantenya keluar dari pintu vihara dan bersama-sama para bhikkhu disaat itu juga mulai jalan dan pindapatta bersama-sama, dengan itu melihat begitu banyak umat yang menunggu di persimpangan jalan dengan mempersiapkan dana makan berupa apa saja disaat itu dan memberikan langsung kepada para bante dengan dana makanan yang di masukan kedalam pata masing-masing para bhikkhu

Rabu, 08 Juli 2009

Pindapatta Bunga di Indonesia Therawadha Buddhis Center dan masa vassa

Ditulis oleh : Mr.Tjung teck atau ven. candasilo
Dalam ilmu penelitian dan penemuan ilmu Sprituality dan Pindapatta dan terciptanya ilmu Sprituality dan Pindapatta kehidupan sehari-hari dalam praktek

Pindapatta Bunga ini di lakukan di Indonesia Therawadha Buddhis Center di komplek cemara asli, pada waktu itu tanggal 08 july 2009 pada pukul 06.30 wib Pindapatta ini berjalan dengan mulai dari Vihara Indonsia Therawadha Buddhis center bersama-sama Bhikkhu yang di pimpin oleh bante Khemanando dan bante Candasilo beserta Bhikkhu yang lain dan Samanera, Disaat itu perjalanan di mulai dengan kondisi Pindapatta tersusun dengan berjalan kedepan dan para umat pun mulai dengan mempersembahkan bunga yang telah disediakan oleh panitia dan di bawak dari tumah untuk di persembahkan oleh para bhikkhu yang melintasi jalan yang akan di lalui,Dari setiap setiap Pindapatta yang di berikan berupa aneka ragam bunga yang telah di persiapkan oleh umat dan Panitia itu,sehingga selama perjalanan dari pindapatta itu baik ibu-ibu,bapak-bapak,orang dewasa,sampai anak-anak pun ikut berdana Bunga di saat itu dengan penuh cinta kasih kepada manusia dan Makhluk hidup dimana saja dan kesempatan umat dapat berbuat baik berdana bunga di saa itu juga,namun biasa memasuki masa vassa di Thailand juga bisa di lihat berupa umat mempersembahkan bunga yang berbentuk teratai,dupa,lilin dan bunga lainya,Seperti halnya di laksanakan di Indonesia Therawadha Buddhis center itu pada masa vassa bersama bhikkhu yang lain melakukan pindapatta bunga bersama-sama.

Melihat kebahagian dari umat
dari setiap melihat dengan baik dimana wajah umat yang begitu senang dan bahagia dimana melihat disaat bhikkhu melakukan pindapatta bunga ada yang sudah menunggu sejak dini disepanjang jalan dari pintu vihara dan sepanjang jalan menuju di luar vihara berserta panitia yang sudah sejak awal mempersiapkan bunga-bunga,dupa,lilin dan bersama-sama umat kota Medan untuk memberikan dana Bunga itu kepada bhikkhu yang akan lewat di sepanjang jalan itu,baik wajah yang begitu cerah dan bahagia yang bisa dilihat dari setiap paras wajah mereka yang penuh cintah kasih kepada manusia dan makhluk hidup baik disaat bersujud dan tangan pegang bunga dan siap akan mempersembahkan kepada bhikkhu yang akan lewat itu,jadi disaat bhikkhu lewat bermacam aneka bunga yang didapat atau di masukan kedalam patta para bhikkhu itu,sampai dengan melihat ada yang belarian dan berusaha mengejar bhikkhu yang berjalan menuju terus berjalan dengan pindapatta dan sampai berusaha mempersembahkan bunga itu kepada bhikkhu yang lewat.Begitu juga para panitia yang ikut didalan persembahan bunga dan mengikuti sepajang jalan bersama-sama para bhikkhu untuk memasukan kembali hasil bunga itu dan memindakan hasil pindapatta bunga itu ke kotak yang telah disediakan oleh panitia itu,kemudian kembali berputar kembali ke vihara dan para umat sudah siap berada di dalam sala vihara dan siap untuk melanjutkan ritual baca paritta suci sambil menunggu para bhikkhu kembali dari pindapatta dan disaat menjelang beberapa waktu kemudian para bhikkhu pun kembali ke vihara dan bergabung kembali bersama para umat dan cara memasuki masa vassa pun di praktekan langsung dan pemohonan maaf dari yang senior kepada yang junior dan akhirnya dhammadesan sedikit oleh bante khemanando dan penutupan dengan baca paritta dari panitia dan umat itu.